Kelemahan Tenaga Kerja Indonesia
Salah satu cara mengatasi pengangguran di Indonesia yang mencapai lebih dari 15% itu adalah dengan mengirimkan tenaga kerjanya ke Luar Negeri, menjadi TKI dan TKW adalah salah satu caranya…. Mau tidak mau, mereka sebenarnya adalah pahlawan Indonesia di Luar Negeri. Sayangnya pada saat mereka pulang ke Indonesia, perlakuan terhadap mereka adalah sangat tidak adil….
Diluar itu semua kalau kita mau melihat mereka dari sisi yang lain, sebenarnya nasib mereka adalah buah simalakama… pulang ke Indonesia di siksa, dan hidup mereka di rantaupun menjadi “siksaan” untuk mereka dan orang-orang yang terlibat…. Pertanyaannya adalah mengapa bisa begitu? Ada banyak faktor:
-
Kurangnya persiapan dari Indonesia untuk “pengenalan-pertama” mereka di luar negeri sering kali membuat mereka pun menjadi frustrasi dan akibatnya mereka melakukan kesalahan dan menyulitkan banyak orang, dari mulai agennya, orang disekitarnya, sampai mereka sendiri.
-
Cultural Shock, mereka yang bekerja sebagai TKI dan TKW adalah mereka yang datang dari kampung dan tidak pernah ter expose oleh budaya lain… dan sekali keluar dari tempurung, langsung berbeda sama sekali… tak pelak lagi mereka tidak cuma bingung, tapi juga shock; dari mulai kebiasaan sehari-hari, adat istiadat sampai masalah yang lain-lain
-
Masalah Pendidikan. Definisi TKI/TKW ini bisa banyak artinya, tapi pada umumnya adalah tenaga kerja kasar, umumnya mereka cuma menjadi buruh, baik itu kuli bangunan, perkebunan ataupun pembantu…. lebih baik dari ini adalah mereka yang mengalami sekolahan sedikit. Tapi yang paling menyedihkan nasibnya tentunya adalah yang kurang pendidikan, mereka maksimum cuma sampai SMP saja, tapi cukup berani untuk bekerja di Luar Negeri.
-
Masalah Bahasa. Harus di akui bahwa pengertian terhadap bahasa asing, terutama bahasa Inggris adalah sangat penting…. yang menjadi aneh untuk saya adalah bagaimana bisa Indonesia mengirimkan TKI/TKWnya tanpa pengertian terhadap bahasa Inggris. Memang pada saat sampai di tujuan (di arab misalnya) lulusan madrasah itu mungkin “bisa” survive dengan majikannya, karena majikannya orang Arab, tapi bagaimana selama perjalanan menuju Arab sana? Bagaimana interaksi mereka di luar rumah majikannya?
Kelihatannya masalah tersebut tak banyak, tapi itu semua masalah besar yang kalau di rinci secara detail dapat membuahkan bahan tertawaan, memalukan dan bahkan cerita sedih.
Akibat terbesar dari kelemahan tersebut diatas, disamping membuahkan cerita sedih tentunya juga berpengaruh kepada harga jual buruh indonesia, di mata international tenaga kerja indonesia termasuk tenaga kerja paling murah di dunia….







memang sih kasihan juga karena saya pernah satu pesawat bareng (bahrain-jakarta) balik ke indonesia, ada yang baru 3 bulan kerja dah gak tahan.
Mau untuk di bikin studi kasus apaya?
Bagus banget artikelnya! Boleh diambil buat bahan studi kasus ‘kan? Terima kasih..
Benar kita memang bisanya bikin besar kemaluan aja dan bikin besar malu, sedih… yach kalo itu realitasnya, dan memang demikian. Tks